Minggu, 19 Mei 2013

Menghadapi Tantangan Kehidupan


"Jangan pernah berharap bahwa hidup Anda mudah, tapi berharaplah bahwa Anda menjadi semakin lebih baik".

Kehidupan yang mudah hanya melahirkan jiwa kerdil dan tidak berani menerima tantangan. dalam artian lain, seseorang tidak akan pernah dapat menjadi lebih baik selain dengan cara merasakan terlebih dahulu hal-hal yang menyakitkan.

Lihatlah anak kecil yang giginya sedang tumbuh. saat giginya tumbuh maka sianak akan merasakan sakit yang luar biasa, bahkan hingga mengakibatkan demam tinggi. Tapi sadarkah kita bahwa itulah proses yang harus dihadapi oleh setiap orang sebelum dia mendapatkan gigi yang dapat digunakannya untuk menyantap berbagai makanan enak. demikian juga dengan hidup ini, untuk mencapai sukses kita butuh melewati proses. janganlah berharap bahwa jalanan yang kita daki itu mudah, tapi berharaplah bahwa kita semakin bersemangat, semakin berwawasan dan semakin kuat dalam mendaki gunung tersebut.

Selasa, 31 Januari 2012

MEMALUKAN

MEMALUKAN... Tapi itulah yang sebenarnya terjadi. Saat Brilliant Camp kemarin saya dibuat menangis oleh gambar diatas. Sangat Memalukan kan...apalagi itu terjadi dihadapan para peserta yang terdiri dari anak kelas 2 SD hingga kelas 3 SMP. Tulisan tersebut sangatlah sederhana namun membuat saya sangat terharu hingga tidak bisa menahan air mata. Bermula dari sebuah sesi motivasi memunculkan keyakinan diri. saya menyiapkan simulasi berjalan diatas beling sebagai analogi bahwa seringkali yang menghambat kita untuk berhasil adalah ketakutan di dalam diri.

Simulasi berjalan dengan lancar hingga ada seorang anak bernama Taya yang tidak mau melakukannya dengan alasan "sangat takut". setelah bersusah payah membujuknya dengan menggunakan berbagai logika sederhana yang mudah dipahaminya, akhirnya Taya mau melakukannya.

Secara perlahan Taya mulai menginjakkan kaki diatas serakan beling. di wajahnya masih tersirat perasaan cemas dan khawatir. hingga akhirnya setelah dia dapat menginjakkan kedua kakinya dengan mantap, barulah dia tersenyum lebar menganggkat kedua tanggannya sambil berteriak kencang "Yes, Taya Bisa!!!!" . Sontak seluruh ruanganpun bergembira merayakan keberhasilah Taya mengalahkan ketakutannya..

Setelah atraksi itu selesai, sayapun kembali berbicara didepan audience untuk memberikan pemaknaan atas apa yang baru saja mereka alami bersama. setelah berbicara beberapa menit, saya tersadar bahwa Taya tidak ada ditengah kerumunan teman-temannya. segera saya mencarinya kesekeliling ruangan dan akhirnya mata saya terpaku di papan flipchart yang ada disamping kiri saya. disitu saya menemukan Taya sedang berusaha menyelesaikan tulisannya "Taya tidak takut lagi".

Melihat aksi spontan Taya, dada saya langsung sesak, mata saya langsung berkaca-kaca dan air matapun tidak dapat tertahan tuk menetes jatuh.

Sesaat kemudian secara kompak seluruh fasilitator dan peserta bertepuk tangan dan terharu atas kejadian itu sambil berteriak "Taya Hebat, Taya Pasti Bisa!!!".

Kami semakin tersadarkan bahwa apa yang kami lakukan untuk anak-anak tersebut sungguh bagi mereka merupakan sesuatu yang sangat penting.

Menjelang penutupan acara, saya bertanya secara pribadi kepada Taya. "Setelah tidak takut lagi, apa yang akan Taya lakukan setelah tiba dirumah?"

Nafas saya tertahan dan matapun kembali berkaca-kaca saat mendengar jawaban yang polos dari suara kecilnya.

Sambil berdiri dengan lutut , memandang matanya, dan memegang bahunya saya hanya bisa berkata "Yes, Taya pasti bisa".

Jumat, 14 Oktober 2011

RONAL HUTAGALUNG RESOURCES: 12 kata "Jangan menunggu " yg perlu dihindari

RONAL HUTAGALUNG RESOURCES: 12 kata "Jangan menunggu " yg perlu dihindari: 1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia. 2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersed...

12 kata "Jangan menunggu " yg perlu dihindari


1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Senin, 08 November 2010

LAKUKAN SAJA !



Eve Branson adalah seorang wanita muda yang cantik. Ia adalah seorang artis serta penari panggung yang banyak disukai orang. Disaat wanita seumurannya sedang senang-senangnya belajar mengendarai mobil, Eve justru tertarik untuk mengendarai pesawat, alias menjadi pilot.

Perang dunia kedua tengah berkecamuk, datanglah Eve ke lapangan terbang Heston yang letaknya dekat kota London. Wanita ini datang melamar pekerjaan di sana untuk menjadi seorang pilot. Sayangnya keinginannya tersebut ditolak oleh pejabat bandara karena yang bisa menjadi seorang pilot hanya laki-laki.

Saat menerima penolakan tersebut, Eve tidak patah semangat. Dengan mengenakan jaket penerbang dari kulit dan menyembunyikan rambut pirangnya dalam sebuah helm kulit ia pun kembali datang ke bandara tersebut. Dengan suara yang dibuat agak berat, Eve meminta pejabat bandara untuk memberinya kesempatan menjadi seorang pilot. Akhirnya iapun mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya.

Ia belajar menerbangkan pesawat dengan sangat baik. Setelah mahir ia mulai mengajari calon-calon pilot di Royal Air Force (RAF) yang terdiri dari para pemuda yang akan segera bertugas menerbangkan pesawat tempur dalam the battle of Britain.

Setelah perang selesai, Eve pun kemudian memiliki obsesi lain. Dia ingin menjadi seorang pramugari. Waktu itu syarat untuk menjadi pramugari adalah harus bisa berbahasa spanyol dan terlatih sebagai perawat. Tak mau menyerah dengan keadaan, eve pun kemudian mendatangi penjaga malam di kantor maskapai penerbangan dan memintanya untuk mendaftarkan Eve secara diam-diam dalam daftar pramugari. Tak lama kemudian, ia pun terbang sebagai seorang pramugari. Ia tetap tidak bisa berbahasa spanyol dan ia juga bukan seorang perawat.

Bagi Eve Branson, tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan. Baginya kesempatan ibarat sebuah koin yang memiliki dua sisi. “Tidak mungkin” hanyalah satu sisi dari sebuah kesempatan, sedangkan sisi lainnya adalah “Mungkin” itu sendiri. Selalu ada “Kemungkinan” untuk segala sesuatu. Apapun itu yang di inginkannya, eve akan langsung mengerjakannya. Dengan kecerdikannya, eve berprinsip “Lakukan saja dulu”.

Dalam kehidupan ini, seringkali kita terjebak dalam pikiran yang terlalu menganalisa berbagai macam resiko yang cenderung membuat kita tidak bertindak. Padahal dalam kehidupan ini tidak ada yang tidak beresiko. Saat ada kesempatan, LAKUKAN SAJA! Tindakan Anda menjadikan kesempatan tersebut berpotensi 50% "Mungkin" sedangkan tidak bertindak justru menjadikan kesempatan tersebut 100% "tidak mungkin".

Jika Anda menginginkan sesuatu yang tidak pernah Anda miliki, maka Anda harus melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda lakukan. Milikilah keyakinan kuat bahwa apapun yang Anda inginkan tersebut bisa Anda peroleh. Seberapa besar keyakinan Anda akan menentukan seberapa besar tindakan yang akan Anda lakukan serta hasil yang akan Anda peroleh.

Terinspirasi oleh semangat dan prinsip “Lakukan saja” yang dimiliki oleh Eve Branson, seorang anak muda inggris mulai merintis penerbitan majalah Student di saat berusia 16 tahun. Pada usia 17 tahun ia mendirikan Student Advisory Center, yang merupakan sebuah layanan Cuma-Cuma untuk membantu kalangan muda. Selanjutnya di usia 20 tahun anak muda ini mendirikan sebuah pengecer rekaman dengan cara mail order, dan tak lama setelah itu ia membuka sebuah toko rekaman di Oxford Street London. Bisnis rekaman music tersebut berkembang dengan sangat pesat, tercatat nama-nama musisi besar seperti Belinda Carlisle, Genesis, Phil Collins, Janet Jackson, dan The Rolling Stone telah membantu perusahaan rekaman ini menjadi salah satu di antara enam perusahaan rekaman terbesar di dunia.

“Dr. Yes”, itulah julukan dari para staff bagi anak muda ini karena meski sebagai bos ia tidak suka untuk mengatakan “tidak” pada setiap kesempatan. Baginya ada lebih banyak alas an untuk mengerjakan sesuatu ketimbang menolaknya. Semboyannya adalah: “Buat apa pusing-lakukan saja!”

Dengan prinsip “Lakukan saja”, perusahaan rekaman tersebut kini berkembang menjadi Megastore untuk music internasional, maskapai penerbangan, dan bisnis-bisnis dalam bidang seluler, keuangan, eceran, music, internet, minuman soda, kereta api, hotel dan tempat pelancongan dengan sekitar 200 perusahaan di lebih dari 30 negara.

Tahukan Anda siapa anak muda tersebut? Dia adalah Sir Richard Branson, pemilik The Virgin Group yang tidak lain adalah anak dari Eve Branson. Richard branson saat ini merupakan seorang multijutawan asal inggris yang sangat terkenal. Semua pencapaian yang diperolehnya saat ini adalah buah dari prinsip “Lakukan saja” .